Rabu, 01 April 2009

Berburu berlian di Martapura Banjarmasin

Perempua mana yang tidak tertarik pda berlian, batu mulia nomor satu yang kemilaunya begitu menggoda iman. Rasanya tidak sabar untuk cepat cepat berkunjung ke Martapura kota intan yang sangat terkenal di Banjarmasin, Dari kota Banjarmasin ke Martapura memakan waktu sekitar 1 jam dengan mobil, Pasar Matapura terdiri dari berbagai kios yang khusus menjual batu permata dan batu hiasan lainnya,Jadi bingung melihat begitu banyak batuan yang beraneka warna dan indah ,Untuk oleh-oleh kita bisa membeli berbagai ragam gelang atau kalung yan terdiri dari rangkaian batu berbagai warna dengan segala hiasannya, Harganya tidak begitu mahal masih dibawah kisaran 50 ribu perbuah,Hati-hati membeli batu permata yag bukan terbuat dari batu asli tapi merupakan hasil buatan, saya penah membelinya dan biasanya tidak tahan lama, cepat pecah.

Ternyata berlian idaman saya terdiri dari berbagai warna,ukuran dan juga kualitasnya,Untuk warna ada yang coca cola kecoklatan, ada yang kuning,merah muda dan ada juga berlian hitam. Untuk mengetes keasliannya ada alat yang dapat digunakan berbentuk seperti pensil, jika didekatkan akan berbunyi yang menandakan batu tersebut adalah batu mulia atau berlian,Ukuran berlian digambarkan dengan istilah “gugur”, misalnya gugur satu artinya adalah satu karat, gugur dua artinya setengah karat, gugur 10 artinya 0.1 karat, semakin besar gugurnya semakin murah haganya. Hasil dari berburu berlian saya hanya mampu membeli beberapa berlian yang kecil karena ternyata harganya mahal juga. Buyar impian mendapatkan berlian besar seperti yang biasa diperoleh para artis Hollywood jika dilamar kekasihnya.

Akhirnya saya bisa juga membeli beberapa berlian yang cukup bagus di rumah salah satu pak Haji yang memang pedagang berlian. Ia mengumpulkannya lamgsung dari penambang sehingga harganya cukup murah, berlian itu dibungkus dalam kertas berwarna biru kecil seperti bungkusan obat puyer. Tidak heran berlian berharga begitu mahal, sebab proses pencariannya susah, dimana penambang tradisional harus berendan diair untuk mendapatkan berlian mentah yang memakan waktu berhari bahkan berminggu atau bulan. Setelah itu harus digosok dengan alat khusus yang memerlukan waktu berhari-hari.

Pulang dari Martapura harus berhati hati dan sering mengecek apakah bungkusan kecil berwarna biru masih aman berada di dompet.saya memutuskan membuatnya di toko langganan saya di Jakarta mengingat mutu dan model perhiasan yang ada di Martapura kurang pas dengan selera. Kata pembuat perhiasan saya berlian Banjar mempunyai mutu kadar kekerasan yang sangat bagus, tapi mutu penggosokannya kurang baik dan kurang simetris sehingga kalah dengan berlian gosokan eropah atau afrika selatan Tapi saya sudah sangat puas dan senang dapat melihat dan berbelanja secara langsung di kota Martapura yang dari kecil dalam pelajaran geografi namanya sering disebut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar